![]() |
Sailor fuku Summer |
![]() |
Sailor fuku Winter |
Sailor Fuku adalah gaya umum dari seragam yang dikenakan oleh perempuan siswa sekolah menengah, secara tradisional oleh siswa SMA, dan kadang-kadang, siswa sekolah dasar. Ini diperkenalkan sebagai seragam sekolah pada tahun 1920 di Heian Jogakuin dan 1921 oleh kepala sekolah Fukuoka Jo Gakuin University Elizabeth Lee. Ini adalah model setelah seragam yang digunakan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada saat itu, yang telah mengalami perubahan.
Zaman dulu anak-anak putri Jepang mengenakan kimono
ketika bersekolah yang tentu saja menyulitkan gerak gerik mereka ketika
beraktifitas terutama berolahraga. Kemudian Ibu Elizabeth Lee teringat dengan
model seragam yang dipakainya ketika belajar di Inggris, yaitu baju
Sailor/Pelaut. Tahun 1918, Ibu Elizabeth meminta seorang penjahit di Oota
Toyokichi untuk menjahitkan baju atasan seragam anak-anak putri. Tetapi Baju
sailor itu ternyata robek ketika dipakai berolah raga, maka Ibu Elizabeth
menyarankan agar dipasang resleting di bagian kiri/kanan baju dari arah
ketiak.Tapi kelihatannya resleting ini tidak lazim dikenakan.
Kendala
selanjutnya gerakan anak-anak masih terhambat karena rok yang mereka pakai
masih berbentuk lurus panjang. Ibu Elizabeth pun datang kembali ke penjahit dan
menjelaskan agar dibuat rok yang memudahkan anak-anak bergerak. Penjahit
mendapat ide membuat rok berlipit-lipit setelah melihat gorden yang tertiup
angin tetapi setelah itu dan dapat kembali ke bentuk semula. Akhirnya dibuatlah
rok lipit-lipit. Tapi lambat laun rok yang dipakai siswi-siswi Jepang semakin
pendek.
Pada
tahun 1921, pertama kali pemakaian seragam sailor di Jepang. Pada tahun yang
sama, sekolah Kinjou gakuin di Aichi juga memutuskan menggunakan seragam
sailor. Adapun anak laki-laki mereka berseragam seperti tentara Jepang dulu,
lengkap dengan topinya yang disebut dengan `gakuran`. Sebenarnya pakaian sailor
untuk siswi sebenarnya juga agak berkesan militer.
Seragam
sailor biasanya dilengkapi dengan dasi, lalu disertai rok kotak-kotak
berlipit-lipit, dan pada musim dingin para siswi sering memadukannya dengan
Loose Shocks (kaus kaki kedodoran).
Di
beberapa sekolah seragam sailor tidak dipakai lagi, tapi diganti dengan blazer
atau kemeja putih berlengan pendek atau panjang. Tapi rok yang dikenakan tetap
pendek, Anak-anak SMA di jepang lebih modis dan punya gaya berseragam yang
unik-unik.
Berbagai
sekolah yang dikenal dengan seragam khusus mereka. Seragam dapat memiliki
karakteristik nostalgia bagi mantan siswa, dan sering dikaitkan dengan pemuda
relatif riang. Seragam kadang-kadang dimodifikasi oleh siswa sebagai sarana
menunjukkan individualisme, termasuk memperpanjang atau memperpendek rok,
menghapus pita, menyembunyikan patch atau lencana di bawah kerah, dll Dalam
dekade terakhir, varian berwarna cerah pelaut fuku juga diadopsi oleh Jepang
yankee dan Bōsōzoku geng motor.
0 komentar:
Posting Komentar